Perusahaan Pembeli Batubara di Pasar Ekspor

Pasar ekspor batubara asal Indonesia masih menjadi primadona bila dibandingkan pasar domestik. Pada saat ini, pasar ekspor masih memberikan kontribusi penjualan sekitar 80% penjualan batubara Indonesia.

Sepanjang Januari – Desember 2017, volume Ekspor Batubara Indonesia ke pasar ekspor mencapai sekitar 325 juta ton. Jumlah ini, meningkat sekitar 14 juta ton dari ekspor tahun 2016 lalu yang sebesar 311 juta ton.

Dari jumlah ekspor 2017 tersebut, sebanyak 64,85 juta ton adalah jenis batubara bituminous coking coal (HS Code 27011210). Sedangkan volume ekspor untuk jenis batubara bituminous non coking coal (HS Code 27011290) mencapai 43,48 juta ton.

Jadi, secara total untuk volume ekspor batubara jenis bituminous pada tahun 2017 mencapai 108,33 juta ton dan nilai penjualan batubara jenis bituminous mencapai 7.384 juta US$. Dengan volume ekspor sebanyak itu, penjualan ekspor batubara bituminous menyumbang 33,3% dari total ekspor batubara Indonesia.

Sedangkan untuk batubara jenis lainnya (HS Code 27011900), sepanjang 2017, volume ekspornya mencapai 210,70 juta ton dengan nilai penjualan ekspor mencapai 10.481 juta US$. Batubara ini ternyata menjadi jenis batubara terbesar yang dijual ekspor, dengan pangsa pasarnya mencapai 64,8% dari total ekspor batubara Indonesia.

Yang kemudian perlu untuk diketahui sepanjang tahun 2017 adalah siapa saja perusahaan-perusahaan di luar negeri yang membeli batubara asal Indonesia?

Bila mengamati perusahaan yang membeli batubara jenis Coking Coal asal Indonesia di pasar ekspor, terlihat bahwa Adani Power (perusahaan pembangkit energi asal Gujarat, India) merupakan perusahaan terbesar yang melakukan pembelian terhadap batubara Indonesia. Selain Adani Power, ada Coastal Gujarat Power di posisi kedua yang juga perusahaan energi asal India.

Secara detail, daftar pembeli batubara jenis coking coal beserta volume dan nilai pembeliannya dapat dilihat pada Laporan Pasar Ekspor Batubara 2018 (Bituminous Coal: Coking Coal) (klik). Harga saat transaksi juga dapat terlihat di laporan ini.

Untuk perusahaan yang melakukan pembelian terbesar batubara jenis non coking coal, adalah TNB Fuel Services Sdn Bhd yang merupakan perusahaan energi asal Malaysia. Di posisi terbesar kedua, ada Taiwan Power Company, perusahaan pembangkit listrik milik pemerintah Taiwan. Setelah itu, ada perusahaan asal Korea seperti Korea South East Power.

Secara detail, daftar pembeli batubara jenis non coking coal beserta volume dan nilai pembeliannya dapat dilihat pada Laporan Pasar Ekspor Batubara 2018 (Bituminous Coal: Non Coking Coal) (klik). Pada laporan ini, juga akan terlihat harga jual batubara di pasar ekspor berdasarkan pembeli asal luar negeri dan penjual batubara asal Indonesia.

Sedangkan untuk daftar pembeli batubara jenis lainnya beserta volume dan nilai pembeliannya dapat dilihat pada Laporan Pasar Ekspor Batubara 2018 (Other Coal) (klik)