Pertumbuhan Industri di Sektor Manufaktur, Semester 1 2020

Perekonomian Indonesia pada semester 1 2020, terhadap semester 1 2019 (c to c), mengalami konstraksi atau penurunan sebesar 1,26 persen. Sedangkan, ekonomi Indonesia pada kuartal 2 2020, terhadap kuartal 2 2019 (y o y), mengalami penurunan sebesar 5,32 persen. Dan untuk ekonomi Indonesia pada kuartal 2 2020 terhadap kuartal 1 2020 (q to q), terjadi penurunan sebesar 4,19 persen.

Kinerja Industri di Sektor Manufaktur

Bagaimana dengan kinerja berbagai industri di sektor manufaktur? Secara detail dapat dilihat pada grafik di atas.

Kinerja industri sektor manufaktur secara keseluruhan, terjadi penurunan sebesar 2,10 persen untuk semester 1 2020 (c to c).  Sedangkan untuk kuartal 2 2020 terhadap kuartal 2 2019 (y o y) mengalami penurunan sebesar 6,19 persen.

Penurunan di sektor manufaktur ini disebabkan karena adanya penurunan permintaan barang baik dari dalam maupun luar negeri, dan terjadinya gangguan pasokan dan pengiriman barang akibat merebaknya pandemic Covid 19 yang melanda Indonesia dan berbagai negara di dunia.

Dalam sektor manufaktur, ada banyak kelompok industri di dalamnya yang juga mengalami penurunan maupun pertumbuhan.

 

Kelompok Industri yang Tetap Tumbuh

Berdasarkan kinerja kumulatif (c to c) semester 1 2020 terhadap semester 1 2019, ada 5 kelompok industri yang tetap mengalami pertumbuhan. Diantaranya industri Kimia, Farmasi, dan Obat tradisional yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,12 persen. Pertumbuhan ini diakibatkan semakin meningkatnya permintaan obat-obatan baik obat farmasi maupun obat tradisional yang dibeli masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh di era Covid 19.

Selain industri kimia dan obat-obatan, ada industri logam dasar yang tetap tumbuh sebesar 3,39 persen. Industri kertas dan percetakan juga tetap mengalami pertumbuhan dengan nilai sebesar 2,76 persen.

Yang menarik, industri minuman dan makanan juga mengalami pertumbuhan 2,03 persen meskipun banyak restoran dan rumah makan yang diminta tutup akibat pandemic Covid 19. Pertumbuhan di industri ini dimungkinkan karena terjadinya perpindahan cara pemesanan makanan. Yaitu dari restoran ke pemesanan makanan secara online.

Industri lainnya yang juga tetap tumbuh di masa pendemi ini meskipun hanya 0,97 persen adalah industri kayu, bambu, dan sejenisnya.

 

Kelompok Industri yang Mengalami Penurunan

Meskipun ada 5 kelompok industri yang tetap positif pertumbuhannya, namun ada 11 kelompok industri yang mengalami penurunan atau kontraksi.

Berdasarkan grafik di atas, terlihat bahwa industri alat angkutan yang paling besar mengalami kontraksi atau penurunan kinerja yaitu sebesar 14,77 persen. Hal ini dikarenakan menurunnya transaksi perdagangan antardaerah, sehingga banyak alat angkutan yang aktivitasnya ikut terhenti.

Penurunan terbesar kedua di sektor manufaktur adalah industri mesin dan perlengkapan yang sebesar 11,29 persen. Lalu diikuti oleh industri tekstil dan pakaian jadi yang mengalami penurunan sebesar 7,90 persen.

Industri furnitur yang banyak membidik pasar luar negeri, ikut mengalami penurunan kinerja sebesar 5,00 persen pada semester 1 2020. Juga, industri kulit, barang dari kulit, dan industri sepatu atau alas kaki ikut terdampak pendemi Covid 19 dan mengalami penurunan kinerja sebesar 4,45 persen.

Secara detail, besarnya penurunan kinerja berbagai kelompok industri di sektor manufaktur pada semester 1 2020 terhadap semester 1 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Untuk melihat kinerja berbagai industri di sektor pertambangan, sektor transportasi, dan sektor lainnya dapat mengunjungi Laporan Statistik Kinerja Industri Indonesia 2020 ***



Bagikan halaman ini ke teman