Pertumbuhan Industri Alat Berat di Indonesia

Pertumbuhan Penjualan Alat Berat

Sejak tahun 1990, pertumbuhan penjualan alat berat Indonesia terus mengalami kenaikan. Namun, terjadi 3 kali siklus penurunan, yaitu pada tahun 1998, 2009, dan 2012.

Hal ini disebabkan karena adanya krisis ekonomi global yang berimbas pada krisis ekonomi dan politik pada tahun 1997 – 1998 dan krisis ekonomi pada tahun 2008 – 2009. Secara langsung, krisis ini ikut menyebabkan menurunnya permintaan dan penjualan alat berat nasional.

Pada tahun 2012, penjualan alat berat kembali turun, seperti terjadi pada tahun 1998 dan 2009. Tren penurunan penjualan terus terjadi sampai akhir 2015. Sampai awal tahun 2016, diprediksi belum akan membaik seiring masih lemahnya pertambangan dalam negeri dan lemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sampai akhir 2016 penjualan alat berat Indonesia mencapai 6.844 unit. Pada tahun 2017 dan 2018, diharapkan ekonomi dunia dan Indonesia kembali tumbuh, agar permintaan alat berat meningkat.


Gambar 1. Penjualan Alat Berat di Indonesia, 1990 – 2016
Sumber Data: Laporan Industri Alat Berat 2017 (klik)

 

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penjualan Alat Berat

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga menunjukan seberapa potensial peluang bisnis dalam negeri. Bila kita bandingkan antara pertumbuhan ekonomi dan penjualan alat berat nasional, maka akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini.

Terlihat pergerakan yang selaras atau berkorelasi positif. Meskipun jumlah kenaikan dan penurunan penjualan alat berat lebih tajam dibandingkan tingkat pertumbuhan atau penurunan ekonomi. Untuk pertumbuhan ekonomi, menggunakan laju pertumbuhan domestik bruto Indonesia tiap tahun.


Gambar 2. Pertumbuhan Ekonomi Vs Pertumbuhan Penjualan Alat Berat, 2005 – 2016
Sumber Data: Laporan Industri Alat Berat 2017 (klik)

 

Ketika terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2% pada tahun 2010, penjualan alat berat berhasil mencapai 11.781 unit. Sedangkan pada tahun 2011, ketika pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5%, peningkatan penjualan alat berat menjadi 17.360 unit.

Namun setelah itu, ketika pertumbuhan ekonomi menurun, penjualan alat berat semakin menurun drastis tiap tahun.

Pengaruh Industri Batubara terhadap Penjualan Alat Berat

Jika kita amati perbandingan antara penjualan alat berat dan produksi batubara, terlihat korelasi yang kurang kuat antara produksi batubara dengan penjualan alat berat.

Hal ini teramati pada tahun 2009 dan 2011, dimana pergerakan grafik tidak mencerminkan korelasi yang positif. Lalu, pada bagian apa dan bagaimana industri batubara mempengaruhi penjualan alat berat?

Pada tahun 2009, ada penurunan penjualan alat berat yang disebabkan krisis keuangan global yang dipicu oleh kasus kredit rumah di Amerika. Yang menyebabkan beberapa perusahaan keuangan besar di Amerika gulung tikar. Namun setelah itu, tahun 2010 dan 2011 penjualan alat berat naik secara signifikan.

Penurunan penjualan alat mulai terjadi pada tahun 2012, dan puncaknya pada tahun 2015 ini. Hal ini lebih disebabkan oleh harga batubara dunia yang turun, yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 3. Penjualan Alat Berat Vs Perubahan Harga Batubara Acuan (HBA), 2009 – 2016
Sumber Data: Laporan Industri Alat Berat 2017 (klik)

 

Dampak Harga Batubara Terhadap Permintaan Alat Berat

Jika kita amati grafik di atas, teramati bahwa korelasi pergerakan harga batubara dengan volume penjualan alat berat sangat positif. Ini berarti, bahwa harga batubara sangat mempengaruhi penjualan alat berat nasional.

Bila kita telusuri, maka ketika harga batubara menurun, maka pendapatan perusahaan batubara akan menjadi berkurang. Ketika biaya operasional perusahaan pertambangan besar dan pendapatan berkurang, maka keuntungan operasional dapat menurun drastis. Bahkan dapat mengalami kerugian.

Jika ini yang terjadi, maka tentunya tidak ada alokasi dana untuk pembelian alat berat baru. Sehingga mengakibatkan penjualan alat berat nasional berkurang.

Jadi, penjualan alat berat Indonesia akan tumbuh jika harga batubara di pasar dunia kembali naik atau banyak proyek konstruksi yang dibangun pada tahun 2017 dan 2018 ini.***