Pangsa Pasar Industri Alat Berat di Indonesia

Persaingan industri alat berat semakin lama semakin ketat. Empat merek besar yaitu Komatsu, Caterpillar, Kobelco, dan Hitachi terus berusaha memperbesar pangsa pasarnya di Indonesia. Ditambah lagi prduk-produk alat berat asal China dan Belarusia yang mulai membanjiri pasar dalam negeri.

Produk alat berat asal China, meskipun belum dapat diketahui kualitas dan umur pakainya, namun secara harga dapat dikatakan sangat bersaing. Sehingga, dapat menjadi pilihan para pelaku industri yang menggunakan alat berat dalam operasionalnya. Apalagi, bagi para pelaku bisnis di sektor pertambangan batubara di harga batubara belum terlalu bergairah seperti tiga tahun lalu.

Berikut grafik pangsa pasar penjualan alat berat di Indonesia berdasarkan merek atau produsennya.


Gambar 1. Pangsa Pasar Alat Berat Berdasarkan Merek, 2009 – 2016
Sumber Data: Laporan Industri Alat Berat 2017 (klik)

 

Sampai saat ini, Komatsu masih mendominasi pangsa pasar. Namun, mulai tahun 2012, pangsa pasar Komatsu terus terjadi penurunan. Bahkan, sampai akhir 2016, pangsa pasar Komatsu terus turun pada angka 32%.

Caterpillar, sebagai pesaing utama Komatsu, ikut turun pangsa pasarnya menjadi 22% pada akhir 2016. Meskipun pada tahun 2015, pangsa pasar Caterpillar naik menjadi 22% dari sebelumnya 18% pada tahun 2014.

Peningkatan secara signifikan terjadi pada merek selain empat besar pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Merek lain ini banyak berasal dari alat berat yang diproduksi di China. Harga yang lebih murah, jelas menjadi pertimbangan utama pasar dalam memilih alat berat di kondisi ekonomi yang sedang kurang baik.

Sektor Pertambangan Kembali Menjadi Segmen Pasar Terbesar 

Pada grafik di bawah, terlihat pangsa pasar penjualan alat berat dari Komatsu. Yaitu, pasar di sektor industri pertambangan, agroindustri, konstruksi, dan kehutanan.

Ada perubahan pangsa pasar yang terjadi sejak tahun 2000 sampai 2016. Pada tahun 2000, sektor kehutanan merupakan pangsa pasar utama dari penjualan alat berat Komatsu.

Tetapi, pada tahun 2001, pangsa pasar utama Komatsu mulai bergeser ke sektor pertambangan secara perlahan. Dan puncak pangsa pasar didominasi sektor pertambangan terjadi pada tahun 2005. Sektor pertambangan masih menjadi pasar utama sampai 2014. Meskipun mulai tahun 2011 terjadi penurunan sampai saat ini.


Gambar 2. Pangsa Pasar Alat Berat Berdasarkan Sektor Industri, 2000 – 2017
Sumber Data: Laporan Industri Alat Berat 2017 (klik)
*Sampai Maret 2017

 

Pada tahun 2015, pangsa pasar utama penjualan alat berat Komatsu mulai berubah menjadi sektor industri konstruksi. Bahkan pada tahun 2016, sektor industri konstruksi semakin besar menjadi segmen penjualan alat berat konstruksi.

Namun, pada awal 2017 ini, sektor pertambangan kembali menjadi segmen terbesar penjualan alat berat. Hal ini dikarenakan harga batubara yang kembali naik di akhir 2016 dan di awal 2017. Dan sampai tahun 2018 diprediksi segmen pertambangan dan konstruksi akan tetap menjadi segmen utama penjualan alat berat di Indonesia.***