Konsumsi Semen di Indonesia

Sampai kuartal 1 2018, konsumsi semen di Indonesia telah mencapai 15,7 juta ton. Jumlah konsumsi ini tumbuh 6,6% dibandingkan konsumsi pada periode 1 2017 yang sebesar 14,7 juta ton.

Sedangkan sepanjang tahun 2017, konsumsi semen di Indonesia berhasil naik 7,6% terhadap konsumsi semen di tahun 2016. Naik dari 61,6 juta ton pada tahun 2016, menjadi 66,3 juta ton di sepanjang 2017.

Bila kita melihat konsumsi semen berdasarkan pulau, maka teramati bahwa selama tahun 2017 konsumsi semen terbesar terjadi di pulau Jawa dengan presentase sebesar 57%. Dan Jawa Barat menjadi propinsi dengan konsumsi semen terbesar yaitu sebesar 9,6 juta ton pada tahun 2017 dan 2,28 juta ton pada kuartal 1 208.

Setelah pulau Jawa, Sumatera menjadi pulau kedua yang tinggi konsumsi semennya, yaitu sebesar 21%. Hal ini wajar, mengingat di wilayah Sumatera pertumbuhan ekonomi cukup baik dan terjadi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Secara umum, komposisi konsumsi semen di berbagai pulau di Indonesia tidak terlalu banyak berubah dari tahun ke tahun. Konsumsi terbesar selalu terjadi di pulau jawa. Sejak tahun 2015 sampai awal 2018, konsumsi semen di pulau jawa  selalu berada di atas 50% dari konsumsi semen nasional.

Sama halnya dengan pulau Sumatera, yang sejak 2015 sampai awal 2018, konsumsi semennya selalu berada pada kisaran 21% terhadap konsumsi semen nasional. Untuk konsumsi di pulau-pulau lainnya, ternyata tidak banyak berubah juga sejak 2015 sampai awal 2018.

Selengkapnya untuk mengetahui data konsumsi dan penjualan semen, silahkan klik Laporan Industri Semen di Indonesia 2018