Konsumsi Semen di Beberapa Wilayah di Indonesia, Semester 1 2020

Volume konsumsi semen domestik sepanjang semester 1 2020 sebesar 27.151.122 ton, atau kinerjanya mengalami penurunan 7,7 persen di bandingkan konsumsi semen pada semester 1 2019 yang sebesar 29.423.967 ton.

Pangsa Pasar Konsumsi Semen

Berdasarkan gambar di atas, terlihat bahwa volume konsumsi semen terbesar terjadi di pulau jawa sebesar 14,69 juta ton dengan pangsa pasar sebesar 54,1 persen. Lalu diikuti oleh pulau Sumatera dengan jumlah konsumsi semen sebanyak 5,99 juta ton atau berkontribusi sebesar 22,1 persen terhadap penjualan di Indonesia.

Kemudian, pulau Sulawesi dan Kalimantan menjadi pulau dengan kontribusi terbesar ketiga dan keempat dengan pangsa pasar sebesar 8,3 persen dan 6,5 persen. Volume kosumsi semen di kedua pulau tersebut, masing-masing adalah 2,25 juta ton dan 1,77 juta ton.

Volume konsumsi semen terkecil ada di wilayah Nusa Tenggara dan Indonesia Timur, dengan pangsa pasar sebesar 5,8 persen dan 3,2 persen. Ini menunjukan bahwa, pembangunan Indonesia masih belum merata di berbagai daerah.

Kinerja Konsumsi Semen

Secara detail, tingkat pertumbuhan dan penurunan volume konsumsi semen di beberapa wilayah di Indonesia dapat di lihat pada gambar di bawah ini.

Sumber: Laporan Industri Semen di Indonesia 2020

Jika melihat lebih jauh konsumsi semen di beberapa daerah di Indonesia, teramati bahwa penurunan konsumsi semen terjadi di pulai Jawa, pulau Kalimantan, pulau Sumatera, Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara. Sedangkan di Indonesia Timur, mengalami pertumbuhan konsumsi semen.

Penurunan ini diakibatkan karena lesunya aktivitas konstruksi dan bisnis di Indonesia pada awal tahun 2020, sehingga daya serap akan semen di berbagai daerah di Indonesia ikut menurun.

Penurunan konsumsi semen paling dalam dialami oleh Nusa Tenggara yaitu 12,5 persen. Volume konsumsi semen di Nusa Tenggara pada semester 1 2020 mencapai 1.572.253, turun 12,5 persen dari konsumsi semen pada semester 1 2019 yang sebesar 1.797.166 ton.

Kemudian diikuti pulau jawa dengan penurunan sebesar 10,4 persen. Volume konsumsi semen sepanjang semester 1 2020 mencapai 14.697.334 ton, turun dari konsumsi pada semester 1 2019 yang sebesar 16.407.098 ton.

Meskipun secara persentase tingkat penurunan konsumsi terbesar itu terjadi di Nusa Tenggara, namun berdasarkan volume, penurunan konsumsi semen pulau Jawa adalah yang terbesar dengan volume sebesar 1.709.764 ton.

Tingkat penurunan konsumsi semen yang cukup besar, juga terjadi di pulau Kalimantan yang sebesar 9,1 persen. Jumlah penurunannya mencapai 176.795 ton. Dari konsumsi semester 1 2019 yang sebesar 1.951.726 ton menjadi 1.774.931 ton pada semester 1 2020.

Prospek Industri Semen

Kinerja yang kurang baik terhadap konsumsi semen di beberapa wilayah Indonesia sepanjang semester 1 2020 ini, sejatinya belum pernah terjadi pada beberapa tahun lalu. Hal ini menjadikan, pukulan cukup berat bagi para pelaku di industri semen di Indonesia.

Sumber: Laporan Industri Semen di Indonesia, 2020

Penyebab kurang baiknya kinerja di industri semen, diakibatkan oleh adanya pandemi Covid 19 yang mewabah di Indonesia di awal tahun 2020 dan diprediksi masih akan terus berlanjut sampai awal tahun 2021. Sehingga, mengganggu aktivitas bisnis dan ekonomi di Indonesia. Dan juga, mengganggu penjualan semen di dalam negeri. Apalagi, para pemimpin di Indonesia sepakat bahwa Indonesia akan mengalami resesi ekonomi pada semester 2 2020 ini.

Untuk itu, prospek industri semen sampai akhir 2020 ini diperkirakan tidak sebaik tahun 2019 lalu. Namun, konsumsi semen di semester 2 2020 akan lebih baik dibandingkan semester 1 2020. Hal ini dimungkinkan karena adanya kebijakan new normal yang dibuat pemerintah, sehingga dapat meningkatkan aktivitas bisnis dan ekonomi di dalam negeri yang dapat berimbas pada peningkatan industri semen di Indonesia.***



Bagikan halaman ini ke teman