Harga Terus Naik, Prospek Bisnis Batubara Membaik?

Salah satu variabel untuk mengetahui prospek bisnis pertambangan batubara adalah dengan melihat tren harga batubara. Karena, tren harga batubara yang menurun sejak akhir 2012, membuat kinerja industri batubara mengalami penurunan. Sehingga, membuat banyak perusahaan batubara dan yang terkait dengannya seperti perusahaan alat berat, ikut turun kinerja bisnisnya.

Jika mengamati tren grafik harga batubara di atas, secara detail dapat dilihat di Laporan Industri Batubara di Indonesia 2017, kita akan melihat adanya perubahan yang signifikan mulai pertengahan tahun 2016. Perubahan ini menunjukan tren pergerakan yang positif. Bahkan, pada akhir tahun 2016 berhasil mencapai 100 USD/Ton.

Untuk tren rata-rata harga sepanjang 2017, ternyata masih lebih baik dari dua tahun sebelumnya. Secara rata-rata berhasil mencapai di atas angka 85 USD/Ton. Bahkan, September dan Oktober 2017 ini mencapai di atas 90 USD/Ton.

Apakah tren ini  menunjukan prospek bisnis batubara mulai membaik?

Pada akhir 2016, harga batubara naik hingga di atas 100 USD/Ton. Kenaikan ini disebabkan naiknya permintaan batubara dari China. Hal ini guna memenuhi kebutuhan energi pada pembangkit listrik dan berbagai industri pada saat China memasuki musim dingin.

Naiknya kebutuhan dan harga batubara dunia memang sangat dipengaruhi permintaan dari China. Selain China, ada India yang juga memiliki kebutuhan batubara yang besar.

Jadi, prospek batubara akan membaik bila di akhir tahun 2017 ini permintaan batubara dari kedua negera tersebut meningkat. Sehingga, harga batubara akan naik dan ekspor batubara Indonesia pun akan meningkat.***

Referensi: 

1. Laporan Industri Batubara di Indonesia 2017 (klik)

2. Pasar Ekspor Batubara 2018 (Bituminous Coal: Coking Coal) (klik)

2. Pasar Ekspor Batubara 2018 (Bituminous Coal: Non Coking Coal) (klik)

3. Pasar Ekspor Batubara 2018 (Other Coal) (klik)