I. PENDAHULUAN

1.1 Kata Pengantar
1.2 Cakupan Studi
1.3 Metodologi
1.4 Sumber Data

 
II. PERAN INDUSTRI PARIWISATA DALAM EKONOMI INDONESIA

2.1 Kontribusi Industri Pariwisata
Gambar 2.1. Pertumbuhan Devisa dari Industri Pariwisata Indonesia, 2007 – 2011
Gambar 2.2. Sepuluh (10) Negara Utama yang Memberikan Devisa Dari Wisatawan Mancanegara ke Indonesia, 2007 – 2011
Gambar 2.3. Dampak Ekonomi Makro Industri Pariwisata Terhadap PDB, 2000 – 2012
Gambar 2.4. Dampak Ekonomi Makro Industri Pariwisata Terhadap Kesempatan Kerja, 2000 – 2012
Gambar 2.5. Dampak Ekonomi Makro Industri Pariwisata Terhadap Upah/Gaji, 2000 – 2012
Gambar 2.6. Dampak Ekonomi Makro Industri Pariwisata Terhadap Pajak Tidak Langsung 2000 – 2012
2.2 Posisi Industri Pariwisata Indonesia di Dunia
Gambar 2.7. Posisi Sepuluh Besar Dunia Indeks Pariwisata dan Perjalanan Wisata, 2012
Gambar 2.8. Peringkat dan Nilai Indeks Pariwisata Indonesia Berdasarkan Indikator Utama, 2012

 

III. KINERJA INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA

3.1. Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan
Gambar 3.1. Pertumbuhan Jumlah Wisatawan Nusantara yang Melakukan Perjalanan, 2008 – 2012
Gambar 3.2. Rata-rata Perjalanan Wisatawan Nusantara dalam Satu Tahun, 2008 – 2012
Gambar 3.3 Pertumbuhan Jumlah Wisatawan Nasional yang Ke Luar Negeri, 2008 – 2012
Gambar 3.4. Perbandingan Jumlah dan Lama Tinggal Wisatawan Nasional, 2008 – 2012
Gambar 3.5. Pertumbuhan Jumlah Kedatangan Wisatawan Mancanegara Setiap Bulan, 2011 – 2013
Gambar 3.6. Pertumbuhan Jumlah Total Kedatangan Wisatawan Mancanegara Setiap Tahun, 2002 – 2012
Gambar 3.7. Pertumbuhan Jumlah Kedatangan Wisatawan Mancanegara Berdasarkan Bandara Utama, 1997 – 2013
Gambar 3.8. Peringkat Jumlah Wisatawan Mancanegara Berdasarkan Bandara (Pintu Masuk), 2012
Gambar 3.9. Peringkat Jumlah Wisatawan Asing Terbanyak Berdasarkan Negara Asal, 2012
Gambar 3.10. Pertumbuhan Jumlah Wisatawan Asal Singapura, 2002 – 2012
Gambar 3.11. Pertumbuhan Jumlah Wisatawan Asal Malaysia, 2002 – 2012
Gambar 3.12. Pertumbuhan Jumlah Wisatawan Asal Australia, 2002 – 2012
Gambar 3.13. Pertumbuhan Jumlah Wisatawan Asal China, 2002 – 2012
Gambar 3.14. Pertumbuhan Jumlah Kedatangan Wisatawan Mancanegara di Berbagai Wilayah Dunia, 2002 – 2011
3.2. Profil Demografi dan Tujuan Wisatawan
Gambar 3.15. Komposisi Usia Wisatawan Mancanegara, 2010-2011
Gambar 3.16. Komposisi Jenis Pekerjaan Wisatawan Mancanegara, 2010-2011
Gambar 3.17. Komposisi Tujuan Perjalanan Wisatawan Mancanegara, 2010-2011
3.3. Pertumbuhan Pengeluaran Wisatawan
Gambar 3.18. Rata-rata Pengeluaran Wisatawan Nusantara dalam Sekali Perjalanan, 2008 – 2012
Gambar 3.19. Pertumbuhan Pengeluaran Total Wisatawan Nusantara, 2008 – 2012
Gambar 3.20. Perbandingan Total Pengeluaran Wisatawan Nasional dengan Lama Tinggal, 2008 – 2012
Gambar 3.21. Perbandingan Pengeluaran Wisatawan Nasional Per Kunjungan dengan Lama Tinggal, 2008 – 2012
Gambar 3.22. Pertumbuhan Rata-rata Pengeluaran Wisatawan Manca Negara dalam Satu Hari, 2007 – 2011
Gambar 3.23. Pertumbuhan Rata-rata Pengeluaran Wisatawan Mancanegara dalam Satu Kunjungan, 2007 – 2011
Gambar 3.24. Peringkat Negara Asal Wisatawan Mancanegara yang Paling Banyak Pengeluaran, 2011
3.4. Pertumbuhan Usaha Hotel dan Akomodasi Lain
Gambar 3.25. Pertumbuhan Jumlah Hotel Bintang dan Akomodasi Lainnya, 2007 – 2012
Gambar 3.26. Pertumbuhan Jumlah Total Kamar Hotel Bintang dan Akomodasi Lainnya, 2007 – 2012
Gambar 3.27. Pertumbuhan Jumlah Rata-rata Pekerja Hotel Bintang dan Akomodasi Lainnya, 2007 – 2012
Gambar 3.28. Pertumbuhan Jumlah Hotel Bintang di Indonesia, 2007 – 2011
Gambar 3.29. Pertumbuhan Jumlah Hotel Melati dan Penginapan Lainnya di Indonesia, 2007 – 2011
Gambar 3.30. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang Setiap Bulan, 2007 – 2011
Gambar 3.31. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2004 – 2011
Gambar 3.32. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Akomodasi Lain Setiap Tahun, 2004 – 2011
Gambar 3.33. Pertumbuhan Jumlah Tamu Mancanegara Rata-rata Per Hari di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2004 – 2011
Gambar 3.34. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia Rata-rata Per Hari di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2004 – 2011
Gambar 3.35. Pertumbuhan Jumlah Tamu Mancanegara Rata-rata Per Hari di Akomodasi Lainnya Setiap Tahun, 2004 – 2011
Gambar 3.36. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia Rata-rata Per Hari di Akomodasi Lainnya Setiap Tahun, 2004 – 2011
Gambar 3.37. Pertumbuhan Jumlah Tamu Mancanegara di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2003 – 2011
Gambar 3.38. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2003 – 2011
Gambar 3.39. Pertumbuhan Jumlah Tamu Mancanegara di Akomodasi Lainnya Setiap Tahun, 2003 – 2011
Gambar 3.40. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Akomodasi Lainnya Setiap Tahun, 2003 – 2011
Gambar 3.41. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Mancanegara di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2003 – 2011
Gambar 3.42. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Indonesia di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2003 – 2011
Gambar 3.43. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Mancanegara di Akomodasi Lainnya Setiap Tahun, 2003 – 2011
3.5. Pertumbuhan Usaha Perjalanan Wisata
Gambar 3.44. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Indonesia di Akomodasi Lainnya Setiap Tahun, 2003 – 2011
Gambar 3.45. Pertumbuhan Jumlah Biro Perjalanan Wisata Setiap Tahun, 2007 – 2011
Gambar 3.46. Pertumbuhan Jumlah Agen Perjalanan Wisata Setiap Tahun, 2007 – 2011
Gambar 3.47. Komposisi Jumlah Biro Perjalanan Wisata Berdasarkan Jumlah Pendapatan, 2011
Gambar 3.48. Komposisi Jumlah Agen Perjalanan Wisata Berdasarkan Jumlah Pendapatan, 2011
Gambar 3.49. Komposisi Jumlah Biro Perjalanan Wisata Berdasarkan Jenis Pengeluaran, 2011
Gambar 3.50. Komposisi Jumlah Agen Perjalanan Wisata Berdasarkan Jenis Pengeluaran, 2011
Gambar 3.51. Komposisi Paket Wisata yag Dipilih di Biro Perjalanan Wisata, 2011
Gambar 3.52. Komposisi Paket Wisata yag Dipilih di Agen Perjalanan Wisata, 2011
Gambar 3.53. Distribusi Tiket Perjalanan yang Terjual di Biro Perjalanan Wisata, 2011
Gambar 3.54. Distribusi Tiket Perjalanan yang Terjual di Agen Perjalanan Wisata, 2011
3.6. Pertumbuhan Usaha Restoran/Rumah Makan
Gambar 3.55. Pertumbuhan Jumlah Restoran/Rumah Makan, 2007 – 2011
Gambar 3.56. Komposisi Jumlah Restoran/Rumah Makan Berdasarkan Jumlah Pendapatan, 2011
Gambar 3.55. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia Rata-rata Per Hari di Hotel Bintang Setiap Tahun, 2004 – 2011
Gambar 3.57. Komposisi Jumlah Restoran/Rumah Makan Berdasarkan Jumlah Pengeluaran, 2011
3.7. Pertumbuhan Pengguna Jasa Transportasi
Gambar 3.58. Komposisi Jumlah Wisatawan Mancanegara dalam Memilih Moda Transportasi, 2007 – 2011
Gambar 3.59. Pertumbuhan Jumlah Penumpang yang Berangkat Melalui Penerbangan Internasional dan Domestik, 2009 – 2011
Gambar 3.60. Pertumbuhan Jumlah Pesawat yang Berangkat Melalui Penerbangan Internasional dan Domestik, 2009 – 2011
Gambar 3.61. Jumlah Rata-rata Penumpang Per Pesawat di Penerbangan Internasional, 2009 – 2013
Gambar 3.62. Jumlah Rata-rata Penumpang Per Pesawat di Penerbangan Domestik, 2009 – 2013
Gambar 3.63. Pertumbuhan Jumlah Penumpang Berangkat dengan Penerbangan Internasional di Bandara Utama, 2006 – 2013
Gambar 3.64. Pertumbuhan Jumlah Penumpang yang Berangkat dengan penerbangan Domestik di Bandara Utama, 2006 – 2013
Gambar 3.65. Pertumbuhan Jumlah Penumpang yang Berangkat di Pelabuhan, 1995 – 2011
Gambar 3.66. Pertumbuhan Jumlah Penumpang Kereta Api di Pulau Jawa dan Sumatera, 2006 – 2013

 

IV. PERTUMBUHAN INDUSTRI PARIWISATA DI 10 DAERAH UTAMA

4.1. Sumatera Utara
Gambar 4.1. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Sumatera Utara, 2003 – 2011
Gambar 4.2. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Sumatera Utara, 2003 – 2011
Gambar 4.3. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Sumatera Utara, 2004 – 2013
Gambar 4.4. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Sumatera Utara, 2004 – 2013
4.2. Kepulauan Riau
Gambar 4.5. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kepulauan Riau, 2003 – 2011
Gambar 4.6. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kepulauan Riau, 2003 – 2011
Gambar 4.7. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kepulauan Riau, 2004 – 2013
Gambar 4.8. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kepulauan Riau, 2004 – 2013
4.3. DKI Jakarta
Gambar 4.9. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di DKI Jakarta, 2003 – 2011
Gambar 4.10. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di DKI Jakarta, 2003 – 2011
Gambar 4.11. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di DKI Jakarta, 2004 – 2013
Gambar 4.12. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di DKI Jakarta, 2004 – 2013
4.4. Jawa Barat
Gambar 4.13. Pertumbuhan Jumlah Wisatawan di Objek Wisata Unggulan DKI Jakarta, 2007 – 2010
Gambar 4.14. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Barat, 2003 – 2011
Gambar 4.15. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Barat, 2003 – 2011
Gambar 4.16. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Barat, 2004 – 2013
Gambar 4.17. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Barat, 2004 – 2013
4.5. Jawa Tengah
Gambar 4.18. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Tengah, 2003 – 2011
Gambar 4.19. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Tengah, 2003 – 2011
Gambar 4.20. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Tengah, 2004 – 2013
Gambar 4.21. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Tengah, 2004 – 2013
4.6. DI Yogyakarta
Gambar 4.22. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di DI Yogyakarta, 2003 – 2011
Gambar 4.23. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di DI Yogyakarta, 2003 – 2011
Gambar 4.24. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di DI Yogyakarta, 2004 – 2013
Gambar 4.25. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di DI Yogyakarta, 2004 – 2013
4.7. Jawa Timur
Gambar 4.26. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Timur, 2003 – 2011
Gambar 4.27. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Timur, 2003 – 2011
Gambar 4.28. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Timur, 2004 – 2013
Gambar 4.29. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Timur, 2004 – 2013
4.8. Bali
Gambar 4.30. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Bali, 2003 – 2011
Gambar 4.31. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Bali, 2003 – 2011
Gambar 4.32. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Bali, 2004 – 2013
Gambar 4.33. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Bali, 2004 – 2013
Gambar 4.34. Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Bali Berdasarkan Asal Negara, 2012
Gambar 4.35. Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Bali Berdasarkan Asal Negara, 2013
4.9. Nusa Tenggara Barat
Gambar 4.36. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Nusa Tenggara Barat, 2003 – 2011
Gambar 4.37. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Nusa Tenggara Barat, 2003 – 2011
Gambar 4.38. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Nusa Tenggara Barat, 2004 – 2013
4.10. Kalimantan Selatan
Gambar 4.39. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kalimantan Selatan, 2004 – 2013
Gambar 4.40. Pertumbuhan Jumlah Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kalimantan Selatan, 2003 – 2011
Gambar 4.41. Pertumbuhan Jumlah Tamu Indonesia di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kalimantan Selatan, 2003 – 2011
Gambar 4.42. Pertumbuhan Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kalimantan Selatan, 2004 – 2013
Gambar 4.43. Pertumbuhan Tingkat Hunian Kamar di Hotel Bintang dan Non Bintang di Kalimantan Selatan, 2004 – 2013

 

V. KINERJA PERUSAHAAN UTAMA INDUSTRI PARIWISATA

5.1 Garuda Indonesia
Gambar 5.1. Pertumbuhan Jumlah Penumpang Domestik dan Internasional untuk Pesawat Garuda Indonesia, 2012
Gambar 5.2. Pertumbuhan Frekuensi Penerbangan Domestik dan Internasional untuk Pesawat Garuda Indonesia, 2012
Gambar 5.3. Pertumbuhan Jumlah Kargo Domestik dan Internasional untuk Pesawat Garuda Indonesia, 2012
Gambar 5.4. Available Seat Kilometer Pesawat Garuda Indonesia, 2012
Gambar 5.5. Pertumbuhan Pasar Penerbangan Garuda Indonesia Dalam dan Luar Negeri, 2012
Gambar 5.6. Pertumbuhan Penumpang Garuda Indonesia Melalui E-Commerce Setiap Bulan, 2012
Gambar 5.7. Pertumbuhan Jumlah Anggota Garuda Frequent Flyer (GFF), 2000 – 2012
Gambar 5.8. Pertumbuhan Kontribusi Anggota Garuda Frequent Flyer (GFF) Terhadap Trafik, 2008 – 2012
Gambar 5.9. Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Usaha Garuda Indonesia, 2010 – 2012
Gambar 5.10 Pertumbuhan Volume Transaksi dan Harga Saham Garuda Indonesia, 2011 – 2012
5.2 Pembangunan Jaya Ancol
Gambar 5.11. Pertumbuhan Jumlah Pengunjung Taman Impian Jaya Ancol, 2008 – 2012
Gambar 5.12. Pertumbuhan Pendapatan Usaha Berdasarkan Sumber Pemasukan, 2011 – 2012
Gambar 5.13. Pertumbuhan Pendapatan Usaha Berdasarkan Jenis Usaha, 2011 – 2012
Gambar 5.14. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Pembangunan Jaya Ancol, 2008 – 2012
5.3 Panorama Group
Gambar 5.15. Pertumbuhan Pendapatan Panorama Sentrawisata Berdasarkan Jenis Usaha, 2010 – 2012
Gambar 5.16. Kontribusi Jenis Usaha terhadap Pendapatan Usaha Panorama Sentrawisata, 2012
Gambar 5.17. Kontribusi Jenis Armada terhadap Pendapatan Usaha Panorama Transportasi, 2012
Gambar 5.18. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Pembangunan Jaya Ancol, 2008 – 2012

 

LAMPIRAN: TABEL DATA & STATISTIK INDUSTRI PARIWISATA

Di skala dunia, berdasarkan laporan yang dikeluarkan World Economic Forum yaitu The Travel & Tourism Competitiveness Report 2013, teramati 10 negara terbaik di dunia.

Pada posisi pertama, di duduki negara Swiss dengan nilai 5,66. lalu diikuti Jerman, Austria, Spanyol, dan Inggris.

Perancis, yang paling sering menjadi bahan pembicaraan dalam industri wisata, ternyata hanya berada pada posisi ke-7 setelah Amerika.

Yang cukup menarik, ternyata salah satu negara tetangga Indonesia yaitu Singapura, masuk dalam jajaran 10 negara terbaik di dunia dalam industri pariwisata tujuan perjalanan wisata. Singapura berada di peringkat ke-10 dengan nilai 5,23.

Lalu, dimana posisi Indonesia? Berdasarkan gambar 2.8, terlihat bahwa Indonesia berada pada posisi 70 dengan nilai 4. Peringkat Indonesia terus menurun, karena pada tahun 2011 Indonesia berada pada peringkat 74, dan pada tahun 2009 masih berada di peringkat yang lebih baik yaitu 81.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut laporan tersebut, ternyata kecantikan alam dan keragaman budaya Indonesia berada pada posisi yang cukup baik, yaitu peringkat 31 dengan nilai 4,6.

Berdasarkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, ternyata Singapura menduduki peringkat pertama yang warganya sering masuk ke Indonesia.

Setelah Singapura, Malaysia dan Australia beruturut-turut merupakan negara yang warganya banyak datang ke Indonesia.

Ada beberapa faktor yang mempengerahuinya, diantaranya yang utama adalah faktor geografis dimana negara tetangga Indonesia adalah Singapura, Malaysia, dan Australia.

Faktor lain yang membuat Indonesia menjadi daya tarik warga negara tetangga adalah karena jumlah kekayaan alam dan jumlah masyarakat Indonesia yang sangat banyak. Dari sisi bisnis, tentu fakta ini sangat memberikan potensi yang besar.

Contohnya, mulai banyak perusahaan di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan sumber daya alam seperti perkebunan dan pertambangan, yang dimiliki warga negara Singapura dan Malaysia.

Selain itu, besarnya jumlah masyarakat Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi para produsen dari negara tetangga. Banyak produk-produk yang dibuat di negara Malaysia namun penjualannya dilakukan di Indonesia.

Yang juga tidak kalah pentingnya adalah daya tarik keindahan alam yang luar biasa, sehingga mampu menyedot warga negara lain untuk masuk ke Indonesia. Potensi wisata alam Indonesia ini telah diakui warga negara Australia, Asia, dan Eropa untuk bisa menikmatinya.

Contoh-Tampilan-Studi-Kinerja-Industri-Pariwisata